Profetik

Penerapan Medication Therapy Management untuk Mengatasi Drug Related Problem di Rumah Sakit

Abstrak

Masalah terkait obat merupakan suatu kejadian atau keadaan tidak diinginkan yang dialami oleh pasien yang terlibat atau dicurigai yang melibatkan terapi pengobatan yang bersifat aktual dan potensial yang mempengaruhi luaran kesehatan. Oleh sebab itu, dibutuhkan kontribusi tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi, menyelesaikan, dan mencegah terjadinya masalah-masalah dalam terapi obat. Salah satu cara untuk mengatasi kasus masalah terkait obat di rumah sakit adalah manajemen terapi medik (medication therapy management/ MTM). Pelayanan ini bergantung pada kerjasama antara apoteker dengan dokter dan tenaga kesehatan lain untuk mengoptimalkan penggunaan obat sesuai dengan pedoman berdasarkan bukti.

Kolaborasi sebagai suatu proses berpikir di mana pihak yang terlibat memandang aspek-aspek perbedaan dari suatu masalah serta menemukan solusi dari perbedaan tersebut dan keterbatasan pandangan mereka terhadap apa yang dapat dilakukan. Hubungan kolaborasi dalam dunia kesehatan melibatkan sejumlah pihak profesi kesehatan seperti dokter, apoteker, dan perawat yang merupakan faktor penentu yang sangat penting bagi kualitas proses perawatan. Praktek kolaborasi memperkuat sistem kesehatan dan memperbaiki hasil kesehatan.

Peran dokter adalah diagnosis penyakit dengan periksa langsung ataupun merekomendasikan pemeriksaan laboratorium. Peran apoteker antara lain penelusuran informasi riwayat obat yang lengkap dan akurat, penyediaan informasi obat, pemanfaatan evidence based prescribing, deteksi dini kesalahan peresepan obat, pemantauan obat, meningkatkan cost-effectiveness dalam peresepan obat; meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masing-masing pihak demi kepuasaan pasien. Peran perawat adalah pengelolaan obat bagi pasien rawat inap, mengobservasi reaksi dan efek samping obat, pelaksanaan kolaborasi dengan dokter dan apoteker atau asisten apoteker untuk pengelolaan obat bagi pasien, dan pemberian obat yang telah tersedia bagi pasien.

Apabila terjadi masalah terkait obat pada pasien. Untuk menggali informasi yang lebih dalam, dokter atau apoteker dapat melakukan visitasi kepada pasien. Dari hasil visitasi, dokter dan apoteker dapat berdiskusi untuk mengubah jenis atau jumlah obat yang digunakan dalam terapi. Dokter dapat merekomendasikan tes laboratorium klinik. Lalu dari hasil diskusi antara dokter dan apoteker, informasi tersebut diberikan kepada pasien. MTM ini akan mengintegrasikan kinerja dokter, apoteker, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya di rumah sakit. Ruangan dokter, apoteker, dan perawat akan dijadikan satu ruangan. Dalam rumah sakit, akan terbentuk tim-tim kecil yang berisi dokter, apoteker, dan perawat misalnya dibagi sesuai dengan bangsal, Tim-tim kecil ini akan fokus pada pasien-pasien yang berada di bangsal tersebut. Pada saat dokter apoteker, dan perawat tidak melalukan visitasi. Mereka dapat berdiskusi dalam satu ruangan untuk membahas masing-masing profil pasien. Dokter diharapkan juga selalu ada di ruangan kalau misalnya ada situasi yang darurat sehingga butuh pengambilan keputusan segera, perawat dapat bertanya kepada dokter jaga dalam 1 tim tersebut sehingga pasien dapat ditangani dengan segera.

 

Kata kunci : Medication Therapy Management, Drug Related Problem, Kolaborasi, Rumah Sakit

 

author :

Ellsya Angeline R, Muhaya Almira Farida

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>